Penelitian ini mengkaji hambatan kognitif yang dialami siswa kelas IX MTs SA Al Mina, Kabupaten Semarang, dalam mengingat dan menggunakan bentuk kedua (VERBS) dari irregular verbs, yang menjadi salah satu faktor utama terhambatnya automatisasi tata bahasa. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan dengan mengombinasikan angket asesmen diri, tes diagnostik irregular verbs yang dipadukan dengan Think-Aloud Protocol, serta wawancara mendalam untuk mengidentifikasi titik gangguan pada proses encoding, penyimpanan, dan retrieval memori linguistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual siswa mengenai Simple Past Tense dan kemampuan prosedural dalam mengakses bentuk irregular secara cepat. Kegagalan jalur memori leksikal memicu penggunaan strategi pemrosesan berbasis aturan sehingga muncul pola overgeneralisasi seperti buyed, drinked, dan goed. Temuan ini menegaskan bahwa kesulitan tidak hanya berasal dari minimnya paparan kosakata, tetapi juga lemahnya konsolidasi memori jangka panjang. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan penerapan latihan berbasis spaced repetition, penggunaan konteks bermakna, serta strategi retrieval practice untuk memperkuat stabilitas akses bentuk VERBS dan mendukung terbentuknya automatisasi tata bahasa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026