Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak belum berkembang secara optimal yang dimana kurangnya koordinasi antara tangan dan mata, kesulitan dalam menggenggam benda seperti gunting pada kelompok A. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan empat kali pertemuan, subjek penelitian pada anak kelompok A di TK Beringin Kuala Kapuas berjumlah 13 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan penilaian motorik halus anak pada kelompok A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru berada pada kategori "Sangat Baik" dengan skor 20. Aktivitas anak berada ada kategori "Sangat Aktif" dengan persentase 100%. Hasil perkembangan aspek motorik halus anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan memperoleh persentase 100%". Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning dan Direct Instruction dengan media barang bekas dapat mengembangkan aktivitas dan aspek perkembangan motorik halus anak.
Copyrights © 2026