Kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja merupakan permasalahan global yang salah satunya disebabkan oleh kelelahan kerja, termasuk di sektor transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, lama kerja, masa kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada sopir rental mobil di CV. X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 37 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan pengukuran indeks massa tubuh. Hasil penelitian menunjukkan 43,2% sopir mengalami kelelahan kerja sedang, 32,4% kelelahan tinggi, dan 24,3% kelelahan rendah. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara umur (P-value 0,001 ? 0,05), lama kerja (P-Value 0,000 ? 0,05), dan status gizi (P-Value ? 0,001) dengan tingkat kelelahan kerja. Tidak terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja (P-Value 0,104 ? 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa umur, lama kerja, dan status gizi perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan kelelahan sopir. Saran bagi perusahaan ialah perusahaan perlu menetapkan batas waktu kerja maksimal yang sesuai standar. Saran bagi sopir ialah mengelola waktu kerja dan istirahat dengan baik, mempertahankan pola makan seimbang, menghindari kebiasaan buruk serta rutin melakukan aktivitas fisik dan untuk peneliti selanjutnya dianjurkan untuk melaksanakan penelitian berikutnya dengan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak serta memperluas variabel yang diteliti dan melibatkan metode pengukuran objektif.
Copyrights © 2026