Penelitian ini bertujuan mengetahui efek konsumsi anggur merah komersial (19,8%) dan minuman oplosan terhadap konsumsi pakan, berat badan, perilaku motorik, serta morfologi hati tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak sembilan ekor tikus jantan dewasa dibagi acak menjadi tiga kelompok: kontrol (air), alkohol komersial, dan oplosan. Perlakuan diberikan secara oral selama 30 hari. Parameter yang diukur meliputi konsumsi pakan dan air harian, perubahan berat badan mingguan, perilaku kecemasan melalui uji Black and White Box, serta pemeriksaan morfologi hati secara mikroskopis pasca-nekropsi. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis alkohol menurunkan konsumsi pakan, berat badan, dan aktivitas motorik, serta meningkatkan kecenderungan perilaku cemas, dengan dampak paling menonjol pada kelompok oplosan. Pengamatan mikroskopis hati tidak mengindikasikan kerusakan struktural yang nyata, meskipun kemungkinan perubahan mikroskopis tetap ada dan memerlukan analisis histopatologi lanjutan. Kesimpulannya, konsumsi alkohol, khususnya oplosan, berpotensi menimbulkan gangguan fisiologis dan perilaku meskipun perubahan anatomis mikroskopis hati belum terlihat dalam periode perlakuan 30 hari.
Copyrights © 2026