Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Komparasi Antara Penerapan Model Learning Cycle 5E dan Discovery Learning terhadap Capaian Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Boyolali Susilaningrum, Dian Fajarwati; Santosa, Slamet; Ariyanto, Joko
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to determine the difference between the application of learning cycle 5E and discovery learning to the achievement of science process skills and cognitive outcomes and knowing a good model in trained the science process skills and improve cognitive outcomes of students class X SMA Negeri 3 Boyolali. The research is comparative with quantitative approach. Sample of class selected by cluster random sampling. Learning is carried out in two classes by applying the learning cycle 5E and discovery learning. Data collection techniques use tests, observations, and documentation. Normality and homogeneity test are performed as a requirement of hypothesis test. Hypothesis test used is t test with 5% significance level. Descriptive statistical test is conducted to know the average achievement of student cognitive outcomes. The research procedure includes planning, implementation and data analysis. The results showed a significant difference in the skills of the science process between the implementation of the learning cycle 5E with the discovery learning. Significant differences exist in the skills of observing, interpreting, experimenting and communicating. Scientific process skills on the aspects of grouping, formulating problems, preparing hypotheses do not show any significant differences. The insignificant differences were also shown in the students cognitive outcomes. The skills of observing, grouping, composing hypotheses, interpreting, experimenting, communicating, and cognitive outcomes have a higher achievement in the learning cycle 5E. The skill of formulating the problem has a higher achievement in the discovery learning. The conclusion is there is difference between the application of learning cycle 5E with discovery learning to the achievement of science process skill and cognitive outcomes of grade X students of SMA Negeri 3 Boyolali. Learning cycle 5E and discovery learning have their respective sensitivity in trained the science process skills and improve students cognitive outcomes.science process skill, cognitive outcomes, learning cycle 5E, discovery learning
Analisis Strategi Pemasaran Pada UMKM Batik Sogan: Marketing Strategy Analysis In Batik Sogan UMKM Ulya Sofa Dania Ahmad; Hiveva Intan Ramadhani; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan pada UMKM Batik Sogan dalam meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang bisnis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta analisis data menggunakan SAP (Strategic Advantage Profile) dan ETOP (Environmental Threat and Opportunity Profile). Hasil analisis SAP menunjukkan bahwa Batik Sogan memiliki skor tertimbang sebesar 3,55 yang menempatkannya dalam posisi persaingan Favorable. Hal ini mengindikasikan bahwa,, UMKM ini memiliki kekuatan internal yang cukup untuk bersaing, terutama dalam aspek kualitas produk dan promosi. Sementara itu, hasil analisis ETOP menghasilkan skor sebesar 3,31 yang mencerminkan adanya peluang eksternal yang besar, seperti meningkatnya permintaan terhadap batik dan berkembangnya model pemasaran digital. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang tepat dan terarah dapat mendorong Batik Sogan untuk memperkuat posisinya dalam industri batik yang kompetitif
Interaksi Sosial Santri Pondok Pesantren Afkaaruna Islamic School : Social Interaction Of Santri In Afkaaruna Islamic School Shaquilla Arimbi Puteri; Hiveva Intan Ramadhani; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10397

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan interaksi sosial santri Pondok Pesantren Afkaaruna Islamic School pada periode 2020-2024, mencakup interaksi antar santri, guru, pengurus pondok, dan juga warga sekitar pondok. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di Pondok Pesantren Afkaaruna berjalan dengan baik dan harmonis, meski sempat mengalami hambatan di awal pendirian akibat pandemi Covid-19. Pola interaksi yang teridentifikasi mencakup tiga bentuk utama: 1) interaksi sesama santri, yang terjalin melalui kegiatan sehari-hari dan kegiatan pembelajaran; 2) interaksi santri dengan guru dan pengurus pondok, didasarkan pada komunikasi intensif yang berlandaskan etika keislaman dan penggunaan bahasa Inggris sebagai medium komunikasi. Interaksi ini diperkuat dengan adanya sesi diskusi informal dengan pengurus pondok dalam kegiatan Musyrifah time; 3) interaksi santri dengan masyarakat lokal menunjukkan pola kolaboratif-partisipatif melalui kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan (TPA, silaturahmi, dan takziah), meskipun tidak sepenuhnya bebas dari potensi konflik yang diselesaikan secara dialogis. Secara umum, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Pondok Pesantren Afkaaruna berhasil membangun ekosistem sosial yang inklusif dan adaptif, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pendidikan global, dan kearifan lokal dalam proses pembentukan karakter santri.
Pengaruh Konsumsi Alkohol Anggur Merah Komersial dan Oplosan Terhadap Struktur Sperma Tikus Putih (Rattus norvegicus): The Effect of Commercial Red Wine and Illicit Alcohol Consumption on the Sperm Structure of White Rats (Rattus norvegicus) Jihan Lubbina Lafiizza; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi alkohol anggur merah komersial dan oplosan terhadap struktur sperma tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain post-test only control group. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol (air minum biasa), perlakuan anggur merah, dan perlakuan oplosan, masing-masing diberikan secara oral/diminumkan selama 30 hari. Hasil pengamatan menunjukan adanya penurunan kualitas sperma, baik dari aspek morfologi maupun motilitas, pada kelompok perlakuan. Kelompok yang diberikan oplosan menunjukan tingkat kerusakan yang lebih tinggi yaitu 51.5% sperma abnormal dibandingkan dengan anggur merah komersial (19,8%) dengan persentase sperma abnormal 48%. Abnormalitas sperma kelompok kontrol ditandai dengan morfologi sperma yang tidak normal seperti bent tail (ekor terdapat patahan dan ekor sperma melengkung). Kelompok perlakuan anggur merah komersial menunjukkan bentuk sperma abnormal bent tail (ekor melengkung dan terdapat patahan), decapitated head (sperma yang kehilangan kepala hanya tersisa midpiece dan ekor) dan head deformity (kelainan kepala). Kelompok perlakuan oplosan menunjukkan bentuk sperma abnormal decapitated head (sperma yang kehilangan kepala hanya tersisa midpiece dan ekor), no head (tidak memiliki kepala) dan bent tail (ekor terdapat patahan dan ekor sperma melengkung). Kelompok perlakuan dengan paparan anggur merah maupun oplosan mengalami penurunan parameter motilitas sperma, yang mengindikasikan kualitas sperma yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi alkohol, baik komersial maupun oplosan dalam jangka waktu 30 hari berdampak negatif terhadap morfologi dan motilitas sperma tikus putih
Konsumsi Minuman Alkohol Komersial dan Oplosan terhadap Pakan Harian, Perilaku, Berat Badan, dan Morfologi Hati Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus): The Consumption of Commercial Red Wine 19,8% and Illicit Alcoholic/Oplosan Beverages on Daily Feed, Behavior, Body Weight, and Liver Morphology in White Rats (Rattus norvegicus) Azeyta Mayyaza Asmaa' Ali-Rahman; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10423

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek konsumsi anggur merah komersial (19,8%) dan minuman oplosan terhadap konsumsi pakan, berat badan, perilaku motorik, serta morfologi hati tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak sembilan ekor tikus jantan dewasa dibagi acak menjadi tiga kelompok: kontrol (air), alkohol komersial, dan oplosan. Perlakuan diberikan secara oral selama 30 hari. Parameter yang diukur meliputi konsumsi pakan dan air harian, perubahan berat badan mingguan, perilaku kecemasan melalui uji Black and White Box, serta pemeriksaan morfologi hati secara mikroskopis pasca-nekropsi. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis alkohol menurunkan konsumsi pakan, berat badan, dan aktivitas motorik, serta meningkatkan kecenderungan perilaku cemas, dengan dampak paling menonjol pada kelompok oplosan. Pengamatan mikroskopis hati tidak mengindikasikan kerusakan struktural yang nyata, meskipun kemungkinan perubahan mikroskopis tetap ada dan memerlukan analisis histopatologi lanjutan. Kesimpulannya, konsumsi alkohol, khususnya oplosan, berpotensi menimbulkan gangguan fisiologis dan perilaku meskipun perubahan anatomis mikroskopis hati belum terlihat dalam periode perlakuan 30 hari.