Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Interaksi Sosial Santri Pondok Pesantren Afkaaruna Islamic School : Social Interaction Of Santri In Afkaaruna Islamic School Shaquilla Arimbi Puteri; Hiveva Intan Ramadhani; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10397

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan interaksi sosial santri Pondok Pesantren Afkaaruna Islamic School pada periode 2020-2024, mencakup interaksi antar santri, guru, pengurus pondok, dan juga warga sekitar pondok. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di Pondok Pesantren Afkaaruna berjalan dengan baik dan harmonis, meski sempat mengalami hambatan di awal pendirian akibat pandemi Covid-19. Pola interaksi yang teridentifikasi mencakup tiga bentuk utama: 1) interaksi sesama santri, yang terjalin melalui kegiatan sehari-hari dan kegiatan pembelajaran; 2) interaksi santri dengan guru dan pengurus pondok, didasarkan pada komunikasi intensif yang berlandaskan etika keislaman dan penggunaan bahasa Inggris sebagai medium komunikasi. Interaksi ini diperkuat dengan adanya sesi diskusi informal dengan pengurus pondok dalam kegiatan Musyrifah time; 3) interaksi santri dengan masyarakat lokal menunjukkan pola kolaboratif-partisipatif melalui kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan (TPA, silaturahmi, dan takziah), meskipun tidak sepenuhnya bebas dari potensi konflik yang diselesaikan secara dialogis. Secara umum, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Pondok Pesantren Afkaaruna berhasil membangun ekosistem sosial yang inklusif dan adaptif, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pendidikan global, dan kearifan lokal dalam proses pembentukan karakter santri.
Pengaruh Konsumsi Alkohol Anggur Merah Komersial dan Oplosan Terhadap Struktur Sperma Tikus Putih (Rattus norvegicus): The Effect of Commercial Red Wine and Illicit Alcohol Consumption on the Sperm Structure of White Rats (Rattus norvegicus) Jihan Lubbina Lafiizza; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi alkohol anggur merah komersial dan oplosan terhadap struktur sperma tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain post-test only control group. Tikus dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol (air minum biasa), perlakuan anggur merah, dan perlakuan oplosan, masing-masing diberikan secara oral/diminumkan selama 30 hari. Hasil pengamatan menunjukan adanya penurunan kualitas sperma, baik dari aspek morfologi maupun motilitas, pada kelompok perlakuan. Kelompok yang diberikan oplosan menunjukan tingkat kerusakan yang lebih tinggi yaitu 51.5% sperma abnormal dibandingkan dengan anggur merah komersial (19,8%) dengan persentase sperma abnormal 48%. Abnormalitas sperma kelompok kontrol ditandai dengan morfologi sperma yang tidak normal seperti bent tail (ekor terdapat patahan dan ekor sperma melengkung). Kelompok perlakuan anggur merah komersial menunjukkan bentuk sperma abnormal bent tail (ekor melengkung dan terdapat patahan), decapitated head (sperma yang kehilangan kepala hanya tersisa midpiece dan ekor) dan head deformity (kelainan kepala). Kelompok perlakuan oplosan menunjukkan bentuk sperma abnormal decapitated head (sperma yang kehilangan kepala hanya tersisa midpiece dan ekor), no head (tidak memiliki kepala) dan bent tail (ekor terdapat patahan dan ekor sperma melengkung). Kelompok perlakuan dengan paparan anggur merah maupun oplosan mengalami penurunan parameter motilitas sperma, yang mengindikasikan kualitas sperma yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi alkohol, baik komersial maupun oplosan dalam jangka waktu 30 hari berdampak negatif terhadap morfologi dan motilitas sperma tikus putih
Konsumsi Minuman Alkohol Komersial dan Oplosan terhadap Pakan Harian, Perilaku, Berat Badan, dan Morfologi Hati Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus): The Consumption of Commercial Red Wine 19,8% and Illicit Alcoholic/Oplosan Beverages on Daily Feed, Behavior, Body Weight, and Liver Morphology in White Rats (Rattus norvegicus) Azeyta Mayyaza Asmaa' Ali-Rahman; Susilaningrum, Dian Fajarwati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10423

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek konsumsi anggur merah komersial (19,8%) dan minuman oplosan terhadap konsumsi pakan, berat badan, perilaku motorik, serta morfologi hati tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak sembilan ekor tikus jantan dewasa dibagi acak menjadi tiga kelompok: kontrol (air), alkohol komersial, dan oplosan. Perlakuan diberikan secara oral selama 30 hari. Parameter yang diukur meliputi konsumsi pakan dan air harian, perubahan berat badan mingguan, perilaku kecemasan melalui uji Black and White Box, serta pemeriksaan morfologi hati secara mikroskopis pasca-nekropsi. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis alkohol menurunkan konsumsi pakan, berat badan, dan aktivitas motorik, serta meningkatkan kecenderungan perilaku cemas, dengan dampak paling menonjol pada kelompok oplosan. Pengamatan mikroskopis hati tidak mengindikasikan kerusakan struktural yang nyata, meskipun kemungkinan perubahan mikroskopis tetap ada dan memerlukan analisis histopatologi lanjutan. Kesimpulannya, konsumsi alkohol, khususnya oplosan, berpotensi menimbulkan gangguan fisiologis dan perilaku meskipun perubahan anatomis mikroskopis hati belum terlihat dalam periode perlakuan 30 hari.