Gaya kepemimpinan sendiri memiliki berbagai bentuk, terdapat tiga tipe gaya kepemimpinan, yaitu otoriter (authoritarian), demokratis (democratic) dan laissez faire. Ketiga gaya kepemimpinan ini masing-masing dapat memengaruhi motivasi kerja secara berbeda. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimipinan dengan motivasi kerja pegawai di BKKBN Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman Rho. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai di Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan tersebut bersifat negatif dengan kekuatan lemah, yang berarti semakin tinggi penerapan gaya kepemimpinan tertentu, maka motivasi kerja pegawai justru cenderung menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa ada faktor pemicu seperti gaya kepemimpinan otokratis dan gaya laisses fair. Kepemimpinan yang diterapkan kemungkinan kurang sesuai dengan kebutuhan psikologis pegawai, sehingga meskipun dinilai tinggi secara formal, gaya tersebut tidak mampu memicu motivasi secara optimal. Oleh karena itu, disarankan agar pimpinan lebih menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan karakteristik, kebutuhan, dan aspirasi pegawai untuk meningkatkan motivasi kerja secara lebih efektif.
Copyrights © 2026