Gagal ginjal kronik merupakan suatu sindrom klinis sekunder akibat perubahan definitive fungsi atau struktur ginjal dan ditandai dengan iversibilitas serta evolusinya yang lambat dan progresif. Penyakit ginjal kronik semakin berkembang sampai sekarang, pedoman internasional mendefinisikan kondisi ini merupakan penurunan kerja ginjal yang digambarkan oleh kecepatan filtrasi glomerulus dibawah mL/menit per 1,73 m2. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, didapatkan sampel sebanyak 53 responden. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan sosial dan self acceptance. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0.005 (p-value < 0.05) yang artinya ada hubungan antara dukungan sosial dengan self acceptance pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Dengan adanya dukungan sosial yang optimal, pasien diharapkan mampu menerima kondisi dirinya sendiri sehingga dapat mencapai self acceptance yang baik
Copyrights © 2026