Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi tinggi pada remaja, khususnya remaja putri. Intervensi berbasis sekolah direkomendasikan sebagai strategi promotif-preventif yang efektif. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi anemia serta melakukan deteksi dini melalui edukasi interaktif dan skrining hemoglobin. Sebanyak 100 siswa SMA jurusan farmasi mengikuti pre-test, edukasi, post-test, dan pemeriksaan hemoglobin. Analisis menggunakan uji t berpasangan menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan (p < 0,001). Skrining menunjukkan 30% siswa mengalami anemia ringan–sedang. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi edukasi dan skrining efektif meningkatkan kesadaran gizi serta mendeteksi kasus anemia secara dini. Program ini direkomendasikan sebagai model intervensi berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026