Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menghadapi tantangan tingginya ketidakaktifan peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) akibat tunggakan iuran. Salah satu strategi yang diterapkan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran adalah melalui kegiatan telekolekting. Keberhasilan strategi ini sangat ditentukan oleh kinerja petugas telekolekting sebagai pelaksana utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, motivasi, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai petugas telekolekting BPJS Kesehatan Wilayah Kerja Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 135 responden petugas telekolekting BPJS Kesehatan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, motivasi, dan kompensasi secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja petugas telekolekting. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja petugas telekolekting dapat dicapai melalui penguatan pengetahuan terkait program JKN, peningkatan motivasi kerja, serta pemberian kompensasi yang adil dan sesuai dengan beban kerja. Dengan demikian, optimalisasi faktor-faktor internal pegawai menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas telekolekting dan mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional.
Copyrights © 2026