Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama pada balita dan erat kaitannya dengan faktor lingkungan, khususnya kualitas air minum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sumber dan kualitas mikrobiologi air minum dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel terdiri dari 28 balita (14 kasus dan 14 kontrol) yang dipilih dengan rasio 1:1 dan dilakukan matching berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan orang tua. Data kejadian diare diperoleh dari register Puskesmas dan diverifikasi melalui wawancara. Sumber air minum diidentifikasi melalui observasi langsung, sedangkan kualitas mikrobiologi diperiksa menggunakan sanitarian kit untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber air non-PDAM berhubungan signifikan dengan kejadian diare (OR = 6,25; p < 0,05). Selain itu, air minum yang terkontaminasi E. coli juga berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diare (OR = 6,60; p < 0,05). Disimpulkan bahwa sumber dan kualitas mikrobiologi air minum merupakan faktor risiko penting terhadap kejadian diare pada balita. Peningkatan pengawasan kualitas air minum dan edukasi pengolahan air sebelum konsumsi diperlukan sebagai upaya pencegahan.
Copyrights © 2026