Kemampuan membaca merupakan keterampilan akademik dasar yang berperan penting dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Anak dengan gangguan belajar sering mengalami kesulitan membaca yang berkaitan dengan keterbatasan fungsi kognitif, salah satunya working memory. Working memory berfungsi menyimpan dan memproses informasi saat aktivitas membaca berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan working memory dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak kelas 3 SD dengan gangguan belajar di Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 10 anak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi working memory diberikan melalui latihan visual-spatial tasks menggunakan kartu bergambar dengan durasi 30 menit selama 1 bulan dan frekuensi 2 kali per minggu. Kemampuan membaca diukur sebelum dan sesudah intervensi working memory menggunakan tes kemampuan membaca. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro–Wilk. Uji hipotesis diaplikasikan dengan Paired Sample t-Test pada kelancaran serta pemahaman membaca dan uji Wilcoxon pada kemampuan dikte. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca setelah intervensi working memory berdasarkan hasil Paired Sample t-Test dan uji Wilcoxon (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi working memory efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak kelas 3 SD dengan gangguan belajar di Surakarta.
Copyrights © 2026