Literasi numerasi anak usia dini perlu diperkuat sejak awal karena menjadi fondasi berpikir kuantitatif untuk memahami bilangan, pola, dan pengambilan keputusan sederhana. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis kontribusi media edukatif terhadap literasi numerasi anak usia dini serta memetakan jenis media dan kondisi implementasi yang terkait dengan hasil yang lebih baik. Kajian dilakukan menggunakan kerangka PRISMA 2020 melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Pencarian pada Scopus dan ScienceDirect, dengan ResearchGate sebagai sumber pelengkap untuk pelacakan naskah penuh, menghasilkan 450 rekaman; 80 artikel ditelaah teks penuh dan 20 studi empiris memenuhi kriteria inklusi (2019–2025; bahasa Indonesia/Inggris; full-text tersedia; partisipan anak usia dini; luaran numerasi terukur). Sintesis menunjukkan tiga kategori media dominan—media konkret, media visual/digital, dan media buatan sendiri (DIY)—serta mayoritas studi melaporkan peningkatan indikator numerasi awal. Media cenderung lebih efektif ketika diintegrasikan dalam pembelajaran aktif, memungkinkan manipulasi/representasi visual dan umpan balik, serta didukung pendampingan guru/orang tua secara konsisten. Kajian ini mengusulkan taksonomi operasional (konkret–visual/digital–DIY) yang dikaitkan dengan indikator numerasi dan kondisi implementasi, namun generalisasi dan klaim kausal perlu hati-hati karena heterogenitas studi.
Copyrights © 2026