Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan komunikasi remaja yang ingin menikah dalam keluarga serta implikasinya terhadap budaya marlojong di Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif remaja, orang tua, dan tokoh adat dalam proses komunikasi perkawinan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi muncul akibat pola komunikasi keluarga yang hierarkis dan relasi kuasa yang tidak seimbang, sehingga membatasi ruang dialog remaja. Kondisi ini mendorong marlojong sebagai strategi adaptif atas kebuntuan komunikasi. Penelitian juga menemukan adanya pergeseran makna budaya marlojong dari mekanisme kompromi adat menjadi simbol resistensi generasi muda terhadap otoritas keluarga. Implikasi sosial dan kultural dari fenomena ini terlihat pada melemahnya keharmonisan relasi keluarga dan legitimasi adat. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi keluarga yang dialogis untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Copyrights © 2026