Keamanan dan keselamatan masyarakat desa sering terancam oleh kondisi darurat seperti bencana alam, kebakaran, tindak kriminal, maupun keadaan medis yang membutuhkan respons cepat. Keterbatasan akses komunikasi menjadi salah satu kendala dalam penyampaian informasi darurat secara efektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem Panic Button berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu warga desa dalam melaporkan keadaan darurat dengan cepat dan efisien. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor suhu DS18B20, DFPlayer Mini sebagai media peringatan suara, serta aplikasi berbasis web untuk pengiriman notifikasi darurat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian fungsionalitas perangkat keras dan perangkat lunak, pengukuran waktu respons, keandalan sistem, serta observasi kemudahan penggunaan oleh warga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu merespons laporan darurat dalam waktu rata-rata 1–2 detik pada jaringan WiFi desa dan 3–8 detik pada jaringan seluler. Tingkat keberhasilan pengiriman notifikasi hingga 100%. Selain itu, warga dapat menggunakan aplikasi dengan mudah tanpa pelatihan khusus dan memahami notifikasi darurat yang ditampilkan. Dengan demikian, sistem Panic Button berbasis IoT ini terbukti dapat meningkatkan keamanan dan mempercepat komunikasi dalam kondisi darurat di lingkungan desa.
Copyrights © 2026