Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi sarat akan simbolisme dalam menyampaikan makna seiring berjalannya cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan simbolisme dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi. Penelitian ini dilakukan dengan berpijak pada teori Aminuddin yang membagi tiga jenis simbol yaitu blank symbol, natural symbol, dan private symbol. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan data dengan kata-kata yang faktual dan interpretasi dalam bentuk deskripsi. Data penelitian berupa simbol berbentuk kata, frasa, dan klausa yang bersumber dari novel Perempuan di Titik Nol. Data diperoleh dari proses membaca disertai mencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Perempuan di Titik Nol mengadopsi sejumlah simbol seiring berjalannya cerita. Temuan data yang tergolong dalam blank symbol berjumlah lima data yang berbentuk frasa dan klausa, natural symbol lima data yang berbentuk frasa dan klausa, serta private symbol lima data yang berbentuk kata, frasa, dan klausa. Secara keseluruhan, simbol-simbol ini saling terjalin membentuk jaringan makna yang menegaskan bahwa novel Perempuan di Titik Nol merupakan hasil karya perlawanan. Simbolisme dalam novel ini tidak bersifat netral, melainkan secara aktif mendukung upaya untuk meruntuhkan struktur sosial yang seringkali tidak sejalan dengan pandangan kebanyakan orang. Simbol-simbol tersebut berperan sebagai sarana untuk membangkitkan kesadaran kritis pembaca mengenai realitas ketidakadilan serta krisis kemanusiaan. Oleh karena itu, penelitan ini memainkan peran penting dalam khazanah ilmu sastra dengan memberikan perspektif ilmiah tentang cara novel mengonstruksi makna yang merujuk pada realitas sosial meggunakan simbol .
Copyrights © 2026