Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keterlibatan keluarga dan sekolah terhadap pembentukan identitas sosial anak usia dini dalam lingkungan inklusif. Identitas sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial anak yang dapat dibentuk melalui interaksi dalam kelompok sosial seperti keluarga dan sekolah. Penelitian dilakukan di TK Negeri Pembina Batu yang menerapkan pendidikan inklusif, dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel terdiri dari 56 responden yang terdiri dari guru dan orang tua, ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket skala Likert yang divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara keterlibatan keluarga dan sekolah dengan identitas sosial anak (r keluarga = 0,622; r sekolah = 0,598; p < 0,05). Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung keberagaman dan inklusi. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan terintegrasi terhadap dua lingkungan utama anak, yakni rumah dan sekolah, dalam konteks pendidikan inklusif usia dini.
Copyrights © 2026