Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII MTs SA Patimanjawari Malangke Barat. Proses pembelajaran yang monoton dan kurang inovatif menyebabkan peserta didik cenderung pasif dan hasil belajar yang belum optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana implementasi model pembelajaran Visual, Auditory, dan Kinesthetic (VAK) dalam meningkatkan minat belajar peserta didik? (2) Apakah model pembelajaran VAK efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik? (3) Bagaimana hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya model pembelajaran VAK? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi model pembelajaran VAK, efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar, serta dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas VII. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar peserta didik dari kategori “cukup” pada siklus I menjadi “sangat baik” pada siklus II. Hasil belajar peserta didik juga meningkat signifikan, di mana seluruh peserta didik mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Visual, Auditory, dan Kinesthetic (VAK) terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran SKI. Pendekatan ini mampu mengakomodasi gaya belajar yang beragam sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Model ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran di sekolah.
Copyrights © 2026