Tari Kudo Kepang komunitas Tri Budoyo merupakan satu-satunya tarian etnis jawa yang berasal dari Desa Sukomoro, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, yang didirikan oleh Bapak Siyamto. Tari ini dapat ditampilkan di berbagai acara. Di dalam tari ini terdapat beberapa hal yang mendukung sebuah pertunjukan antara lain: penari tari wanita dan laki-laki, penari barongan devil dan buto, serta penari perang celeng. Gerak yang terdiri dari gerak tari wanita dan gerak tari laki-laki dan beberapa tambahan tari seperti gerak tari barongan devil dan buto, gerak tari perang celeng, dan terakhir yakni mabok (kesurupan) bagi penari maupun penonton. Terdapat tata rias dan busana, alat musik iringan, tempat dan waktu pertunjukan dan pola lantai. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ialah para informan selaku pendiri komunitas tri budoyo dan para penari. Teori yang digunakan ialah teori bentuk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari ini menggambarkan sebuah prajurit yang akan melaksanakan peperangan, yang dituangkan ke dalam gerak penari wanita dan laki-laki, yaitu gerak keluar, gerak sesembahan, gerak angkatan dasar, gerak lingkaran tengah dasar dan gerak peperangan.
Copyrights © 2025