Penelitian ini mengkaji makna simbolis kostum pada Tari Inai dalam upacara pernikahan adat di Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tari Inai merupakan kesenian Melayu yang dilestarikan dan menjadi bagian dari rangkaian upacara pernikahan, yang mengandung nilai-nilai dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian meliputi tokoh adat, pelaku seni dan penari di Sanggar Majelis Adat. Analisis data dilakukan secara sistematis dengan teori Semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur kostum dalam Tari Inai memiliki makna simbolis yang mendalam. Berdasarkan teori semiotika Roland Barthes, kostum tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga sebagai tanda budaya yang menyampaikan nilai dan doa. Dengan demikian, kostum Tari Inai menjadi simbol doa dan kesucian dalam upacara pernikahan. Melalui simbol-simbol tersebut, masyarakat menegaskan pentingnya makna spiritual dalam setiap prosesi adat. Tari Inai juga menjadi media pelestarian nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap gerak, warna, dan bentuk dalam kostum meneguhkan identitas dan jati diri budaya Melayu Jambi.
Copyrights © 2025