Tongkol dan batang jagung merupakan limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal, padahal keduanya memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan biobriket berbahan dasar tongkol dan batang jagung dengan memanfaatkan variasi perekat lem Rajawali sebanyak 15%, 20%, dan 25%. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif, dengan parameter pengujian meliputi kadar air, kadar abu, dan nilai kalor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposisi perekat 15% menghasilkan kinerja terbaik, dengan kadar air sebesar 5,38%, kadar abu 19,21%, dan nilai kalor tertinggi sebesar 4291,72 kalori per gram. Nilai tersebut mendekati standar SNI 01-6235-2000, yang menunjukkan bahwa briket dari limbah jagung layak dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2026