Peningkatan kebutuhan energi di Indonesia mendorong pencarian sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Limbah baglog jamur dan ampas tahu berpotensi dijadikan bahan bakar biomassa dalam bentuk briket. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi tekanan dan bentuk briket terhadap nilai proximate, nilai kalor, dan laju pembakaran. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui proses karbonisasi pada suhu 450°C selama 30 menit, pencampuran bahan baglog dan ampas tahu dengan perekat tapioka 12%, pencetakan briket pada tekanan 35, 40, dan 45 kg/cm² dengan dua bentuk (silinder berongga dan tidak berongga), serta pengujian laboratorium untuk menentukan karakteristik termal briket. Hasil menunjukkan bahwa tekanan 35 kg/cm² dengan bentuk tidak berongga menghasilkan karakteristik terbaik dengan kadar air 7,36%, kadar abu 24,78%, zat terbang 22,30%, karbon tetap 45,56%, dan nilai kalor 4307,5 cal/g. Laju pembakaran optimal diperoleh pada tekanan 45 kg/cm² sebesar 0,095 g/menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi tekanan dan bentuk berpengaruh signifikan terhadap kualitas termal briket, dan kombinasi baglog–ampas tahu berpotensi sebagai bahan bakar biomassa alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026