Industri tahu di Indonesia merupakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki peran strategis sebagai penyedia sumber protein nabati utama bagi masyarakat, namun sering kali menghadapi tantangan klasik dalam aspek efisiensi sistem produksi dan manajemen lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis faktor internal-eksternal (IFE-EFE), Matriks TOWS, dan analisis kuadran SWOT untuk menghasilkan rekomendasi yang komprehensif. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kelemahan mendasar pada sistem manajemen administrasi dan keuangan yang masih bersifat manual, kurangnya inovasi dalam diversifikasi produk, serta penerapan standar kebersihan (5S) yang belum konsisten. Sementara ancaman utama datang dari persaingan ketat produsen lokal dan fluktuasi harga bahan baku kedelai impor Berdasarkan analisis kuantitatif, nilai tertimbang pada matriks IFE dan EFE menempatkan bisnis ini pada titik koordinat (0,36; 0,20) dalam kuadran SWOT, yang mengindikasikan bahwa perusahaan berada pada posisi pertumbuhan (Growth). Sementara itu, hasil pemetaan pada Matriks Internal-Eksternal (IE) menempatkan perusahaan di Sel V dengan strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). Hal ini menunjukkan bahwa strategi terbaik saat ini adalah fokus pada penetrasi pasar dan pengembangan produk tanpa mengabaikan stabilitas operasional yang sudah ada.
Copyrights © 2026