p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SAINTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan Alat Sortir Ikan Lele untuk Mengurangi Tingkat Kematian dan Beban Kerja Pekerja Menggunakan Pendekatan Seven Tools Quality Control Safwanizhan; Ade Putra Biyantoro; Nur Saumi Indana Zulfah; Rahmat Giant Nanda; Aprilia Tri Purwandari; Sopian Maulana
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan air tawar yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung perekonomian masyarakat. Namun, pada praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan teknis yang memengaruhi efisiensi operasional, salah satunya pada proses penyortiran ikan lele. Proses penyortiran yang masih dilakukan secara manual menyebabkan waktu kerja yang lama, beban kerja fisik yang tinggi, serta meningkatkan risiko stres dan kematian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama tingginya tingkat kematian ikan lele serta merancang solusi perbaikan berupa alat sortir lele yang lebih efisien dan ergonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Seven Tools Quality Control, yang meliputi check sheet, diagram Pareto, dan diagram sebab-akibat (fishbone), serta dilanjutkan dengan analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa kematian ikan lele merupakan faktor dominan penyebab selisih antara jumlah bibit yang dibeli dan jumlah ikan yang terjual. Proses penyortiran lele secara manual teridentifikasi sebagai penyebab utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi dibandingkan faktor lainnya, seperti overfeeding dan kesalahan penggunaan alat ukur pH. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan alat sortir lele yang diharapkan mampu mempercepat proses penyortiran, mengurangi beban kerja pekerja, serta menurunkan tingkat kematian ikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan efisiensi operasional dan kualitas produksi pada usaha budidaya ikan lele skala kecil hingga menengah.
Perancangan Ulang Alat Penyortiran Ikan Lele Menggunakan Metode SWOT, Analisis IFE–EFE, dan TOWS Matrix Nanda, Rahmat Giant; Ade Putra Biyantoro; Nur Saumi Indana Zulfa; Safwanizhan; Aprilia Tri Purwandari; Sopian Maulana
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, namun masih dihadapkan pada berbagai permasalahan operasional, salah satunya pada proses panen dan penyortiran ikan yang belum terintegrasi dan efisien. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan risiko stres dan kerusakan ikan, serta berdampak pada keselamatan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat penyortiran ikan lele yang lebih efisien, ergonomis, dan terintegrasi dengan proses panen guna mendukung peningkatan kinerja operasional usaha budidaya ikan lele. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha, yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan menjadi alternatif strategi pengembangan melalui TOWS Matrix. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lokasi budidaya, wawancara dengan pemilik usaha, serta pengumpulan data pendukung terkait proses operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele memiliki kekuatan internal yang cukup baik dan peluang eksternal yang besar, meskipun masih menghadapi beberapa kelemahan dan ancaman. Strategi yang paling relevan berdasarkan TOWS Matrix adalah perancangan ulang alat penyortiran ikan lele yang terintegrasi dengan proses panen. Desain ulang alat ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi risiko stres dan kerusakan ikan, memperbaiki aspek ergonomi dan keselamatan kerja, serta mendukung keberlanjutan dan daya saing usaha budidaya ikan lele.
Perancangan Sistem Produksi pada Industri Tahu Bandung Tono dengan Menggunakan Metode SWOT, Analisis IFE-EFE dan TOWS Matriks Syauqi, Muhammad Daffa; Muhammad Ghani Ibrahim; Mochamad Khadaffi; Muhammad Bintang H.S; Aprillia Tri Purwandari; Sopian Maulana
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 5 - Februari 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu di Indonesia merupakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki peran strategis sebagai penyedia sumber protein nabati utama bagi masyarakat, namun sering kali menghadapi tantangan klasik dalam aspek efisiensi sistem produksi dan manajemen lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis faktor internal-eksternal (IFE-EFE), Matriks TOWS, dan analisis kuadran SWOT untuk menghasilkan rekomendasi yang komprehensif. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kelemahan mendasar pada sistem manajemen administrasi dan keuangan yang masih bersifat manual, kurangnya inovasi dalam diversifikasi produk, serta penerapan standar kebersihan (5S) yang belum konsisten. Sementara ancaman utama datang dari persaingan ketat produsen lokal dan fluktuasi harga bahan baku kedelai impor Berdasarkan analisis kuantitatif, nilai tertimbang pada matriks IFE dan EFE menempatkan bisnis ini pada titik koordinat (0,36; 0,20) dalam kuadran SWOT, yang mengindikasikan bahwa perusahaan berada pada posisi pertumbuhan (Growth). Sementara itu, hasil pemetaan pada Matriks Internal-Eksternal (IE) menempatkan perusahaan di Sel V dengan strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). Hal ini menunjukkan bahwa strategi terbaik saat ini adalah fokus pada penetrasi pasar dan pengembangan produk tanpa mengabaikan stabilitas operasional yang sudah ada.