Serangan hama merupakan salah satu permasalahan utama dalam sektor pertanian yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Penggunaan insektisida kimia sintetis memang memberikan hasil cepat dalam mengendalikan populasi hama, namun penggunaannya secara berlebihan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air, gangguan terhadap organisme non-target, serta munculnya resistensi pada serangga. Sebagai alternatif, dikembangkanlah pengendalian hayati menggunakan mikroorganisme patogen serangga, salah satunya Bacillus thuringiensis (Bt). Bakteri Gram positif ini menghasilkan kristal protein toksin Cry dan Cyt selama proses sporulasi yang bersifat toksik spesifik terhadap serangga dari berbagai ordo, seperti Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera. Protein toksin Cry bekerja dengan cara mengganggu sistem pencernaan larva serangga melalui pembentukan pori pada membran sel epitel usus tengah, yang berujung pada kematian larva. Melalui pendekatan kajian pustaka, artikel ini mengulas berbagai hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas Bt sebagai bioinsektisida alami yang ramah lingkungan. Selain digunakan dalam formulasi bioinsektisida cair atau bubuk, Bt juga dimanfaatkan dalam pengembangan tanaman transgenik (Bt crops) yang mampu mengekspresikan toksin Cry secara alami. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penggunaan Bacillus thuringiensis berpotensi besar dalam menekan populasi hama, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan yang aman bagi lingkungan dan manusia.
Copyrights © 2026