Model pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang sistem otomasi melalui proyek pembuatan pintu otomatis berbasis Arduino Uno. Studi ini didorong oleh kurangnya pemahaman tentang konsep sistem kontrol dan otomasi. Konsep-konsep ini hanya diajarkan secara teoritis dan tidak memberikan pengalaman praktis kepada siswa. Pembelajaran berbasis proyek menggabungkan elemen matematika, sains, teknologi, dan rekayasa dalam pendekatan STEM. Siswa didorong untuk menyelesaikan masalah dunia nyata dengan menggunakan pengetahuan lintas disiplin saat mereka mendesain dan membuat sistem pintu otomatis. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Desain eksperimen digunakan dengan metode pretest dan posttest. Subjek penelitian adalah siswa yang berada di tingkat menengah. Pembelajaran dilaksanakan melalui langkah-langkah berbasis proyek: identifikasi masalah, perancangan sistem, perakitan rangkaian, pemrograman menggunakan Arduino Uno, pengujian, dan evaluasi. Tes pemahaman konsep, lembar observasi, dan dokumentasi kegiatan adalah alat penelitian. Untuk menentukan peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memahami konsep sistem otomasi secara signifikan setelah penerapan model pembelajaran STEM. Nilai mereka berada dalam kategori sedang hingga tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka dalam pemecahan masalah, kerja sama tim, dan pemrograman mikrokontroler serta perancangan sistem. Model pembelajaran STEM berbasis proyek pembuatan pintu otomatis menggunakan Arduino Uno membantu siswa lebih memahami sistem otomasi dan memperoleh keterampilan modern.
Copyrights © 2026