Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab utama mortalitas neonatal global, dengan preeklamsia sebagai faktor risiko utama melalui restriksi nutrisi plasenta. Penelitian ini menganalisis hubungan riwayat preeklamsia dengan kejadian BBLR di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2022-2024. Menggunakan rancangan deskriptif korelasional, data sekunder dari Profil Kesehatan Jawa Timur dianalisis dengan QGIS 3.34.3 untuk pemetaan spasial dan R Studio untuk uji normalitas Shapiro-Wilk serta korelasi Spearman. Sampling total populasi mencakup seluruh kabupaten. Hasil menunjukkan tren fluktuatif puncak 2023 (preeklampsia: 16.905 kasus; BBLR: 23.562 kasus), persebaran tidak merata dengan hotspot di Jember, Surabaya, dan Bojonegoro, serta korelasi positif kuat (ρ=0,849-0,866, p<0,05). Simpulan menyatakan preeklamsia secara signifikan memprediksi BBLR, menekankan skrining antenatal terarah di wilayah beban tinggi.
Copyrights © 2026