PROMALIM merupakan produk kerajinan magnet kulkas yang dibuat dari bahan utama limbah popok bayi sekali pakai yang telah melalui proses sterilisasi, pembersihan, dan pengolahan secara higienis. Produk ini dirancang untuk memiliki nilai estetika tinggi, sekaligus menyampaikan pesan edukatif mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Namun permasalahan yang sering di hadapi oleh para pengelola usaha PROMALIM adalah terkait dengan penentuan harga pokok produksi yang tidak sesuai. Seringkali menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan keuangan dan mengoptimalkan keuntungan usaha, karena seringkali mengabaikan pencatatan biaya secara rinci sehingga harga jual hanya didasarkan pada harga pasar tanpa mengetahui keuntungan. Dalam praktiknya, penetapan harga pokok produksi oleh pengelola usaha terkadang lebih rendah atau justru lebih tinggi dibandingkan harga pasar. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan usaha PROMALIM dalam menghadapi persaingan bisnis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan dalam menentukan harga pokok produksi secara tepat, sehingga modal awal yang telah dikeluarkan dalam proses produksi dapat kembali. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan perhitungan harga pokok produksi (HPP) yang akurat dan analisis payback period (PBP) sebagai indikator kelayakan finansial pada pengelola usaha PROMALIM. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan pelatihan konsep perhitungan harga pokok produksi, Serta simulasi pengembalian modal selain itu juga pendampingan dilapangan. Melalui pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini, diharapkan pengelola usaha PROMALIM mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya di tengah persaingan, meningkatkan efisiensi biaya, serta memaksimalkan perolehan keuntungan. Berdasarkan hasil identifikasi asset ditemukan bahwa total biaya (fix cost) pengelola usaha mencapai Rp 2.604.069 yang mencangkup pengadaan barang. Sementara itu biaya variabel (variabel cost) tercatat sebesar Rp 3.171.906 kemudian total investasi awal tercatat yang terindentifikasi secara keseluruhan adalah sebesar Rp 5.775.975. Melalui pendampingan ini pengelola usaha berhasil mengimplementasikan perhitungan HPP yang mencangkup seluruh biaya operasional. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa dengan perhitungan yang sistematis pengelola usaha dapat memproyeksikan masa pengembalian modal (payback period) secara realistis. Dengan adanya pengabdian ini pengelola usaha PROMALIM diharapkan dapat melalukan efisiensi biaya, mengoptimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian sehingga mampu mempertahankan keberlangsungan usaha.
Copyrights © 2026