Kejang demam merupakan gangguan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak usia enam bulan hingga lima tahun, ditandai dengan serangan kejang akibat peningkatan suhu tubuh melebihi 38°C yang dipicu oleh infeksi ekstrakranial maupun gangguan metabolik. Secara global, sebanyak 21,65 juta anak terkena kejang demam dan 216 ribu di antaranya meninggal dunia. Di Indonesia, Kemenkes RI mencatat 14.252 kasus kejang demam pada tahun 2019 dengan tren peningkatan yang signifikan. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, tercatat 56 pasien kejang demam pada tahun 2023 dan menurun menjadi 35 pasien pada tahun 2024. Pengetahuan ibu memegang peranan krusial dalam penanganan kejang demam, karena ibu yang tidak memahami penanganan yang tepat berisiko terlambat memberikan pertolongan pertama yang sesuai, sehingga berdampak pada komplikasi serius seperti hipoksia, kerusakan neuron, bahkan epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita di Ruangan Santa Theresia Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024, mencakup identifikasi karakteristik demografi responden meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi yang diperoleh. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian berjumlah 81 ibu berdasarkan data rekam medis periode Januari–Juni 2023–2024, dengan sampel sebanyak 56 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak, telah tervalidasi dengan nilai Cronbach alpha 0,945. Tingkat pengetahuan dikategorikan menjadi baik (skor 17–25), cukup (skor 9–16), dan kurang (skor 0–8). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 26–35 tahun (64,3%), berpendidikan perguruan tinggi (67,9%), bekerja sebagai karyawan swasta (39,3%), dan memperoleh informasi utama dari petugas kesehatan (48,2%). Tingkat pengetahuan ibu menunjukkan kategori baik sebesar 60,7% (34 orang), cukup 35,7% (20 orang), dan kurang 3,6% (2 orang). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu telah memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan kejang demam pada balita. Namun demikian, masih terdapat ibu dengan pengetahuan kurang sehingga edukasi kesehatan perlu terus dioptimalkan melalui penyuluhan di posyandu serta pemanfaatan media sosial dan audio-visual secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026