JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026

ANALISIS BRONJONG AKIBAT GEMPA DENGAN METODE MONONOBE - OKABE

Pungkas, Kwenz Narashida (Unknown)
Bachtiar, Vivi (Unknown)
Priadi, Eka (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2026

Abstract

Ruas Jalan Simpang Tanjung-Aruk di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat merupakan jalan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah. Pada segmen ini terjadi kelongsoran lereng yang telah mencapai badan jalan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh sebab itu diperlukan perkuatan, adapun perkuatan dalam kasus longsor lereng adalah salah satunya perkuatan dinding penahan tanah. Dinding Penahan Tanah merupakan struktur yang berfungsi menahan beban dan massa tanah pada permukaan yang berbeda elevasi dengan tujuan mendapatkan kestabilan secara global. Bronjong merupakan salah satu jenis dinding penahan tanah yang mengandalkan bobot sendirinya sebagai stabilitas. Adapun gaya-gaya yang bekerja pada kondisi statis merupakan tekanan tanah aktif dan pasif. Beban gempa merupakan beban dinamis dimana beban bergerak/bergetar dengan nilai yang meningkat atau tidak tetap. Merancang dinding penahan tanah tipe bronjong perlu di kontrol stabilitas eksternalnya. Adapun stabilitas eksternal dinding penahan tanah tipe bronjong yaitu kontrol terhadap guling, geser, daya dukung dan stabilitas global. Kontrol stabilitas global dapat dianalisa menggunakan program plaxis 2023.2

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...