Batik Gedog Tuban merupakan warisan budaya lokal yang kaya akan nilai estetika, sejarah, dan filosofis. Penjelajahan motif-motif kanonik seperti Lokchan, Slimun, Gringsing, Ganggeng, dan lainnya memiliki potensi besar sebagai sumber etno-pedagogis dalam pembelajaran sastra, terutama dalam mengembangkan keterampilan menulis dan membaca puisi. Namun, integrasi budaya lokal ke dalam pengembangan media pembelajaran masih terbatas, sehingga memerlukan penelitian sistematis untuk memperkuat implementasinya dalam pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pengrajin Batik Gedog di Workshop “Sekar Ayu Wilujeng” di Tuban. Hasil eksplorasi kemudian dipetakan berdasarkan makna filosofis motif, relevansi kognitif, dan potensi integrasi ke dalam konten buku teks sastra. Temuan menunjukkan bahwa tujuh motif Batik Gedog Tuban yang kanonik memiliki nilai simbolis yang dapat dikembangkan menjadi stimulus kreativitas untuk penulisan puisi siswa. Selain itu, representasi visual dan landasan filosofis motif-motif ini menunjukkan kemampuan untuk memperkuat konteks budaya dalam pengajaran pembacaan puisi. Data ini memperkuat landasan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis etnopedagogi sebagaimana direkomendasikan dalam penelitian tesis. Penjelajahan budaya lokal Batik Gedog Tuban tidak hanya menyediakan sumber belajar alternatif tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa. Temuan ini mendukung urgensi pengembangan media instruksional sastra berbasis etnopedagogi sambil membuka peluang integrasi motif dalam aktivitas literasi kreatif di konteks sekolah dasar.
Copyrights © 2026