Hendratno Hendratno
Surabaya State University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Media Pembelajaran untuk Teks Sovy Oktavianti; Hendratno Hendratno; Heru Subrata
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82004

Abstract

Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji integrasi media pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran teks prosedur di sekolah dasar Indonesia. Penelitian ini mensintesis temuan dari 15 studi empiris yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 dengan fokus pada efektivitas media, pendekatan konstruktivistik, dan pedagogi responsif budaya. Tinjauan dilakukan menggunakan pedoman PRISMA untuk menganalisis secara sistematis berbagai jenis media digital dan visual, seperti e-modul, video animasi, flipbook, dan media berbasis web yang mengintegrasikan unsur budaya daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis kearifan lokal secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur, motivasi belajar, dan identitas budaya siswa. Studi yang dianalisis melaporkan skor validitas berkisar antara 80,4% hingga 99,03% serta skor efektivitas dengan N-gain antara 59,07% hingga 74%. Pendekatan konstruktivistik, khususnya etnokonstruktivisme dan pembelajaran berbasis proyek, terbukti efektif ketika dikombinasikan dengan konten yang relevan secara budaya. Namun demikian, keterbatasan penelitian meliputi cakupan geografis yang sempit, evaluasi jangka pendek, serta minimnya keterlibatan siswa dalam pengembangan media. Tinjauan ini mengidentifikasi kesenjangan penting terkait studi longitudinal dan penelitian implementasi skala besar. Rekomendasi penelitian selanjutnya menekankan perlunya perluasan uji kontekstual, pengembangan kerangka media adaptif, penguatan dukungan kurikulum, serta penelitian empiris mengenai dampak pembelajaran berkelanjutan. Kajian ini berkontribusi dalam memahami bagaimana bahan ajar yang terintegrasi secara budaya dapat mentransformasi pembelajaran bahasa dengan menjadikan pembelajaran teks prosedur lebih bermakna, kontekstual, dan selaras dengan latar belakang sosiokultural siswa sekaligus mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Mengulik Motif Batik Gedog Tuban sebagai Sumber Etnopedagogis dalam Pengembangan Bahan Ajar Sastra untuk Sekolah Dasar Imroatul Azizah; Hendratno Hendratno; Bambang Edi Siswanto
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82003

Abstract

Batik Gedog Tuban merupakan warisan budaya lokal yang kaya akan nilai estetika, sejarah, dan filosofis. Penjelajahan motif-motif kanonik seperti Lokchan, Slimun, Gringsing, Ganggeng, dan lainnya memiliki potensi besar sebagai sumber etno-pedagogis dalam pembelajaran sastra, terutama dalam mengembangkan keterampilan menulis dan membaca puisi. Namun, integrasi budaya lokal ke dalam pengembangan media pembelajaran masih terbatas, sehingga memerlukan penelitian sistematis untuk memperkuat implementasinya dalam pendidikan dasar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pengrajin Batik Gedog di Workshop “Sekar Ayu Wilujeng” di Tuban. Hasil eksplorasi kemudian dipetakan berdasarkan makna filosofis motif, relevansi kognitif, dan potensi integrasi ke dalam konten buku teks sastra. Temuan menunjukkan bahwa tujuh motif Batik Gedog Tuban yang kanonik memiliki nilai simbolis yang dapat dikembangkan menjadi stimulus kreativitas untuk penulisan puisi siswa. Selain itu, representasi visual dan landasan filosofis motif-motif ini menunjukkan kemampuan untuk memperkuat konteks budaya dalam pengajaran pembacaan puisi. Data ini memperkuat landasan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis etnopedagogi sebagaimana direkomendasikan dalam penelitian tesis. Penjelajahan budaya lokal Batik Gedog Tuban tidak hanya menyediakan sumber belajar alternatif tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa. Temuan ini mendukung urgensi pengembangan media instruksional sastra berbasis etnopedagogi sambil membuka peluang integrasi motif dalam aktivitas literasi kreatif di konteks sekolah dasar.
Meningkatkan Partisipasi Aktif Siswa Kelas IV melalui Penerapan Model Problem Based Learning dan Strategi Pembelajaran Terdiferensiasi Imamatut Tarbiyah; Hendratno Hendratno; Eka Mardiana
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i3.26137

Abstract

Abstract:  This  classroom  action  study  was  designed  to  increase  the learning engagement of class IV students at SDN Wiyung 1/453 Surabaya, which previously seemed less than optimal. The intervention implemented is a Problem Based Learning (PBL) model combined with a differentiation approach. The research took place in two rounds, with each round including three phases: preparation, implementation, and evaluation. Data collection was carried out through observations of 30 students by two independent observers. Analysis involves comparing the results of observations before the intervention, during the  first round, and during the second round. The findings showed a significant increase in student learning engagement, namely from 51.36% before the intervention, increasing to an average of 58.75% in the first round, and reaching an average of 77.5% in the second round. These results indicate that the combination of PBL and differentiation strategies is successful in encouraging students' active participation in the learning process. This study provides an important contribution as a reference for teachers in efforts to increase student engagement in the classroom, especially at the elementary school level.Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN Wiyung 1/453 Surabaya, yang berdasarkan observasi prasiklus masih tergolong rendah. Intervensi yang diterapkan adalah model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan diferensiasi.. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi terhadap 30 siswa oleh dua pengamat independen. Analisis melibatkan perbandingan hasil observasi sebelum intervensi, selama putaran pertama, dan selama putaran kedua. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan belajar siswa, yaitu dari 51,36% sebelum intervensi, meningkat menjadi rata-rata 58,75% pada putaran pertama, dan mencapai rata-rata 77,5% pada putaran kedua. Temuan ini mengindikasikan bahwa model PBL dengan strategi berdiferensiasi berhasil mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Studi ini memberikan kontribusi penting sebagai referensi bagi pendidik dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa di kelas, terutama di tingkat sekolah dasar.