Literasi sains dipandang penting sebagai keterampilan abad 21 yang mencakup kemampuan memahami konsep ilmiah, berpikir kritis, serta mengaitkan ilmu pengetahuan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini merupakan kajian teoretis yang bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan kearifan lokal Minangkabau dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar melalui pembelajaran IPA. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA dan analisis bibliometrik berbantuan perangkat lunak VOSviewer. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan Sinta, dengan rentang waktu publikasi 2020–2025. Dari total 175 artikel yang teridentifikasi, hanya 35 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, serta memperkuat identitas budaya siswa. Kearifan lokal Minangkabau, seperti sistem pertanian tradisional, filosofi alam, dan praktik lingkungan, dapat dijadikan sumber kontekstual untuk mengajarkan konsep sains secara lebih bermakna. Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan pengetahuan guru mengenai kearifan lokal, kurangnya dukungan kurikulum, serta keterbatasan media pembelajaran berbasis budaya. Dengan demikian, diperlukan model pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal Minangkabau yang terstruktur serta pelatihan guru agar pembelajaran lebih kontekstual, efektif, dan relevan dengan kehidupan siswa.
Copyrights © 2026