Penyakit menular memberikan beban yang jauh lebih berat pada daerah kepulauan seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia, di mana kerentanan lingkungan dan ketimpangan layanan kesehatan semakin memperparah variasi spasial pola kejadian kasus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kelompok kabupaten untuk delapan penyakit menular utama menggunakan metode klasterisasi K-means. Data sekunder mengenai malaria, tuberkulosis, pneumonia, kusta, diare, demam berdarah dengue, AIDS, serta infeksi menular seksual dari 22 kabupaten diambil dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan R Studio (v. 2025.05.1); variabel divalidasi melalui standarisasi z-score setelah pengujian KMO (0,61) dan VIF, dengan jumlah klaster optimal k=3 ditentukan melalui metode elbow dan silhouette. Terdapat tiga klaster yang terbentuk: Klaster 1 (4 kabupaten di wilayah timur) didominasi kasus malaria (rata-rata 1.701) dan diare (2.789), Klaster 2 (Kota Kupang) dengan AIDS (2.577), IMS (604), serta diare (4.476), sedangkan Klaster 3 (17 kabupaten) menunjukkan beban penyakit yang sedang dan lebih merata (total rata-rata 1.675). Visualisasi radar plot dan principal component mengonfirmasi profil yang berbeda antar klaster. Klasterisasi K-means ini mengungkap pola spasial yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung intervensi yang tepat sasaran di daerah dengan sumber daya terbatas.
Copyrights © 2026