Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Computational Insight on Bioactive Compound Potential Activity of Kenitu (Chrysophyllum cainito L.) Leaves as PPAR-y Antagonist for Obesity Rosyada, Nabila Nur; Andyni, Regina Shania; Alvionita, Cicin Vinolia; Narwasthu, Sekararum; Adawiyah, Robiatul; Hermanto, Feri Eko; Kurniawan, Nia; Fatchiyah, Fatchiyah
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2024.012.02.03

Abstract

Studies reported that kenitu (Chrysophyllum cainito) has the potential as an anti-obesity agent. However, the mechanism underlying that activity remains unknown. On the other hand, targeting PPAR-y has played a beneficial role in regulating obesity. Therefore, this study will explain the anti-obesity potential of natural compounds from C. cainito in modulating obesity through inhibition of PPAR-y. Molecular docking was employed to identify the possibility of several compounds binding with the PPAR-y. Moreover, the stability of the interaction between PPAR-y and each compound was also evaluated using molecular dynamics analysis. The result showed that beta-sitosterol, lupeol, myricitrin, quercitrin, rutin, vitamin A, epicatechin, and chlorogenic acid are worthy of potential as PPAR-y antagonists. In advance, molecular dynamics simulations revealed that chlorogenic acid, quercitrin, and epicatechin were the most stable compounds to interact as an inhibitor of PPAR-y. In conclusion, compounds from star apple have some potential to improve the health status of patients’ obesity through PPAR-y antagonist activity.
EKSPLORASI POLA PENYAKIT MENULAR DI NUSA TENGGARA TIMUR MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING Rosyada, Nabila Nur; Afandi, Muhammad Bahtiar; Mahmudah, Mahmudah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55205

Abstract

Penyakit menular memberikan beban yang jauh lebih berat pada daerah kepulauan seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia, di mana kerentanan lingkungan dan ketimpangan layanan kesehatan semakin memperparah variasi spasial pola kejadian kasus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kelompok kabupaten untuk delapan penyakit menular utama menggunakan metode klasterisasi K-means. Data sekunder mengenai malaria, tuberkulosis, pneumonia, kusta, diare, demam berdarah dengue, AIDS, serta infeksi menular seksual dari 22 kabupaten diambil dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan R Studio (v. 2025.05.1); variabel divalidasi melalui standarisasi z-score setelah pengujian KMO (0,61) dan VIF, dengan jumlah klaster optimal k=3 ditentukan melalui metode elbow dan silhouette. Terdapat tiga klaster yang terbentuk: Klaster 1 (4 kabupaten di wilayah timur) didominasi kasus malaria (rata-rata 1.701) dan diare (2.789), Klaster 2 (Kota Kupang) dengan AIDS (2.577), IMS (604), serta diare (4.476), sedangkan Klaster 3 (17 kabupaten) menunjukkan beban penyakit yang sedang dan lebih merata (total rata-rata 1.675). Visualisasi radar plot dan principal component mengonfirmasi profil yang berbeda antar klaster. Klasterisasi K-means ini mengungkap pola spasial yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung intervensi yang tepat sasaran di daerah dengan sumber daya terbatas.