Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Peningkatan prevalensi hipertensi menjadikannya penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Bawang putih (Allium sativum) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama allicin, yang memiliki efek vasodilatasi dan mampu menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE), sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar pada periode 2020–2025 menggunakan kerangka PICOS. Hasil seleksi memperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi menunjukkan bahwa pemberian bawang putih dalam berbagai bentuk sediaan, seperti perasan, seduhan, rebusan, minuman, dan ekstrak, berhubungan dengan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik. Penurunan sistolik cenderung lebih dominan dibandingkan diastolik. Beberapa penelitian juga melaporkan perbaikan fungsi endotel, penurunan stres oksidatif, serta perbaikan parameter biokimia kardiovaskular. Ekstrak dengan dosis terstandarisasi memberikan hasil lebih konsisten. Secara keseluruhan, bawang putih berpotensi sebagai terapi nonfarmakologis atau komplementer pada hipertensi ringan hingga sedang, namun diperlukan uji klinis berskala besar untuk memastikan dosis optimal dan keamanan jangka panjang.
Copyrights © 2026