Maricar, Nadra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasio Platelet Limfosit (PLR) sebagai Penanda Risiko Gangguan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Wulaa, Nurwapina Langga; Muis, Abdul; Maricar, Nadra; Masadah, Rina; Sompa, Andi Weri; Umar, Husaini
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ratio platelet limfosit (PLR) dengan fungsi kognitif pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah penderita DMT2 yang datang ke Poli Rawat Jalan RSWS dan RS Jejaring Pendidikan yang telah didiagnosis DMT2 oleh dokter spesialis penyakit dalam sesuai kriteria PERKENI 2015. Adapun besar sampel penelitian ditetapkan sebanyak 41 pasien. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Variabel Independen (Rasio platelet limfosit), Variabel Dependen (Gangguan kognitif), Variabel Antara (Proses inflamasi kronik), Variabel Perancu (Usia, jenis kelamin, Pendidikan, lama onset DMT2, komorbiditas), Variabel Kontrol (Stroke, Alzheimer, dementia lewy’s body, epilepsy). Analisis data yaitu analisis bivariat menggunakan uji Pearson atau Rank Spearman untuk menilai koefisien R, dan analisis multivariate menggunakan analisis regresi linier berganda. Data diolah melalui program SPSS. Hasil penelitian yaitu korelasi negatif antara nilai PLR dengan fungsi kognitif pada pasien DMT2. Semakin tinggi nilai PLR maka akan fungsi kognitif semakin rendah. Kemudian, Pada tingkat domain fungsi kognitif terdapat korelasi negatif antara nilai PLR dengan domain fungsi eksekutif, visuospasial, dan memori pada pasien DMT2. Adapun nilai cut-off pada nilai PLR untuk mendiagnosis gangguan kognitif adalah 186,1 dengan sensitivity: 57.58% dan specificity: 87,50%. Kesimpulan yaitu PLR dapat menjadi penanda risiko terjadinya gangguan fungsi kognitif pada pasien DMT2. Peningkatan nilai PLR dapat dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien DMT2, terutama pada domain fungsi eksekutif, visuospasial, dan memori.
PENGARUH BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : SYSTEMATIC REVIEW Aryani, Aulia; Rachman, Mochammad Erwin; Maricar, Nadra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55356

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Peningkatan prevalensi hipertensi menjadikannya penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Bawang putih (Allium sativum) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama allicin, yang memiliki efek vasodilatasi dan mampu menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE), sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar pada periode 2020–2025 menggunakan kerangka PICOS. Hasil seleksi memperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi menunjukkan bahwa pemberian bawang putih dalam berbagai bentuk sediaan, seperti perasan, seduhan, rebusan, minuman, dan ekstrak, berhubungan dengan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik. Penurunan sistolik cenderung lebih dominan dibandingkan diastolik. Beberapa penelitian juga melaporkan perbaikan fungsi endotel, penurunan stres oksidatif, serta perbaikan parameter biokimia kardiovaskular. Ekstrak dengan dosis terstandarisasi memberikan hasil lebih konsisten. Secara keseluruhan, bawang putih berpotensi sebagai terapi nonfarmakologis atau komplementer pada hipertensi ringan hingga sedang, namun diperlukan uji klinis berskala besar untuk memastikan dosis optimal dan keamanan jangka panjang.