Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia serta sering disertai komplikasi neuropsikiatri, salah satunya depresi pasca stroke. Kondisi ini dapat memperburuk luaran klinis, menghambat rehabilitasi, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Depresi pasca stroke bersifat multifaktorial, melibatkan faktor biologis, klinis, psikologis, dan sosial yang umumnya masih dianalisis secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif faktor predisposisi depresi pasca stroke menggunakan pendekatan multi-label guna menggambarkan pola kombinasi faktor risiko yang muncul secara simultan. Penelitian ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2025. Studi yang disertakan adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional, kohort, dan case–control, dengan penilaian kualitas metodologis menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa usia lanjut, jenis kelamin perempuan, jenis dan keparahan stroke, disabilitas fisik, gangguan kognitif, komplikasi neurologis, serta rendahnya dukungan keluarga dan sosial merupakan faktor predisposisi depresi pasca stroke. Depresi ringan lebih sering ditemukan pada pasien stroke iskemik usia 60–74 tahun, sedangkan depresi sedang hingga berat lebih dominan pada pasien stroke hemoragik dan kondisi klinis berat. Kesimpulannya, depresi pasca stroke bersifat multifaktorial dan memerlukan skrining dini serta pendekatan rehabilitasi holistik.
Copyrights © 2026