Pemasangan infus merupakan prosedur invasif yang sering menimbulkan nyeri pada anak usia sekolah. Rasa nyeri ini dapat menimbulkan kecemasan, trauma, dan penolakan terhadap tindakan medis. Distraksi nonfarmakologis, seperti terapi bermain balon tiup, dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian anak dari nyeri. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan responden 30 anak usia sekolah yang dipilih melalui purposive sampling di RS Prima Husada Malang. Tingkat nyeri diukur menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, mayoritas anak mengalami nyeri sedang hingga berat, dengan distribusi terbanyak pada skor 8 dan 9. Setelah diberikan terapi bermain balon tiup, sebagian besar responden mengalami penurunan tingkat nyeri dan berpindah ke kategori nyeri ringan hingga sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Terapi bermain balon tiup terbukti efektif menurunkan nyeri pada anak usia sekolah saat pemasangan infus. Intervensi ini sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan sehingga dapat digunakan sebagai strategi distraksi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan pediatrik untuk meningkatkan kenyamanan anak selama prosedur invasif.
Copyrights © 2026