Petani padi merupakan pekerja dengan aktivitas fisik tinggi namun rentan mengalami ketidakseimbangan asupan gizi akibat pola konsumsi yang kurang beragam. Tingginya beban kerja tanpa pemulihan yang memadai kerap memicu kelelahan kronis yang berdampak pada penurunan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan kelelahan kerja terhadap status gizi pada petani padi di Desa Jayamulya, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 90 petani dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), skala kelelahan kerja Subjective Self Rating Test (SSRT), dan pengukuran antropometri menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki status gizi kurang (66,7%), jenis makan tidak beragam (84,4%), jumlah makan kurang (37,8%), frekuensi makan jarang (52,2%), dan kelelahan kerja tinggi (21,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p=0,000), di mana petani dengan pola konsumsi rendah protein dan sayur cenderung mengalami gizi kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dengan status gizi (p=0,041), dimana petani yang memiliki frekuensi makan mengalami gizi kurang. Selain itu, kelelahan kerja juga berhubungan signifikan dengan status gizi (p=0,001). Pola makan tidak seimbang dan tingkat kelelahan tinggi berkontribusi pada status gizi yang belum optimal pada petani padi di Desa Jayamulya. Diperlukan edukasi tentang pola makan dan manajemen kelelahan kerja guna meningkatkan kesehatan dan produktivitas.
Copyrights © 2026