Penelitian ini mengeksplorasi peran kolaborasi antar generasi dalam pekerjaan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas di Indonesia melalui peningkatan modal sosial. Menggunakan pendekatan berbasis literatur terdahulu, studi ini mensintesis temuan dari penelitian empiris mengenai kepemimpinan multigenerasi, modal sosial, dan efektivitas intervensi pekerjaan sosial komunitas. Melalui tinjauan sistematis terhadap lebih dari 45 sumber literatur (jurnal peer-reviewed, buku, laporan kebijakan, dan data statistik), penelitian ini mengidentifikasi model kolaborasi antar generasi yang memposisikan modal sosial sebagai mediator antara kolaborasi lintas generasi dan kesejahteraan komunitas, dengan dukungan kebijakan publik sebagai moderator kontekstual. Temuan literatur menunjukkan bahwa kepemimpinan multigenerasi yang efektif meningkatkan kepercayaan antarwarga, memperluas jaringan sosial, dan meningkatkan akses terhadap layanan kesejahteraan. Di Indonesia, implementasi kolaborasi lintas generasi menghadapi tantangan budaya (hierarki keluarga, perbedaan nilai generasi) dan struktural (ketimpangan sumber daya, disparitas urban-rural). Rekomendasi mencakup: (1) integrasi program kolaborasi lintas generasi dalam perencanaan kesejahteraan daerah, (2) pelatihan pemimpin komunitas lintas generasi dengan pendekatan budaya setempat, (3) penguatan jaringan kerja lintas sektor, dan (4) evaluasi berkelanjutan dengan indikator modal sosial dan kesejahteraan yang terukur. Implikasi teoritis memperkaya kerangka kerja pekerjaan sosial di konteks multigenerasi; implikasi praktis memberikan pedoman rancangan program yang lebih efektif
Copyrights © 2026