Penelitian ini mengkaji relasi agama dan sains melalui analisis komparatif antara tipologi Ian G. Barbour dan paradigma Tauhidi Mulyadhi Kartanegara yang diperkuat oleh pendekatan nalar kritis reflektif M. Arfan Mu’ammar. Tipologi Barbour memberikan perangkat diagnosis interdisipliner untuk memetakan pola hubungan agama dan sains, sedangkan paradigma Tauhidi Kartanegara memberikan fondasi ontologis dan teleologis bagi integrasi ilmu. Melalui analisis hermeneutis dan komparatif, penelitian ini merumuskan Model Dua Tahap Integrasi Ilmu yang terdiri dari tahap diagnosis interdisipliner dan tahap integrasi transdisipliner. Model ini kemudian diterapkan pada studi kasus teknologi CRISPR Cas9 untuk menilai persoalan etis dalam rekayasa genetik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bertingkat ini mampu menghasilkan penilaian etis yang komprehensif dan selaras dengan prinsip maqasid al syariah, khususnya menjaga nyawa dan menjaga keturunan. Temuan ini memberikan kontribusi metodologis bagi pengembangan epistemologi Islam kontemporer yang responsif terhadap tantangan bioteknologi modern.
Copyrights © 2026