Masa remaja akhir (18–21 tahun) adalah fase penting transisi menuju kedewasaan yang ditandai oleh pembentukan identitas diri. Kegagalan dalam eksplorasi dan komitmen identitas dapat memicu krisis identitas, menghambat kesiapan memasuki peran dewasa. Penelitian ini menguji hubungan antara keterlibatan orang tua dan krisis identitas pada remaja akhir di Jawa Tengah menggunakan metode kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan melalui Skala Keterlibatan Orangtua dan Skala Krisis Identitas, serta dianalisis dengan teknik korelasi Pearson. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara keterlibatan orang tua dan krisis identitas, di mana keterlibatan yang tinggi mengurangi kecenderungan remaja untuk mengalami krisis identitas. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan orang tua yang suportif dalam mendukung eksplorasi identitas remaja.
Copyrights © 2026