Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Majelis Ta’lim Dimar Lembayung sebagai media dakwah dalam konteks organisasi pencak silat Setia Hati Winongo (SH Winongo) Ranting Jatisrono. Dalam cakupan Islam, istilah ‘dakwah’ yang secara harfiah berarti undangan didefinisikan sebagai upaya untuk menyampaikan ajaran agama kepada orang lain. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Majelis Ta’lim Dimar Lembayung berupaya menjembatani kesenjangan nilai-nilai Islam dan realita yang dijalani oleh anggota SH Winongo yang terkenal dengan seni beladiri dan rasa persaudaraannya yang kuat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan ketua Majelis Ta’lim, beberapa anggota aktif SH Winongo di majelis, dan dokumentasi kegiatan majelis. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Ta’lim Dimar Lembayung memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembentukan pemahaman agama, peningkatan kesadaran spiritual, penguatan nilai-nilai etika dan moral Islam, serta penguatan persaudaraan di antara anggota SH Winongo Ranting Jatisrono. Pemasukan Islam dalam kerangka majelis ta’lim bertujuan untuk memperkaya tidak hanya dimensi spiritual organisasi, tetapi juga keseluruhan pengalaman anggotanya
Copyrights © 2025