Abstrak: Penelitian ini mengkaji pola komunikasi santri dalam kegiatan Bah}thul Masa>‘il di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Pakunden Ponorogo. Fokus utamanya adalah jenis, penerapan, dan hambatan komunikasi yang terjadi selama kegiatan. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan adalah komunikasi kelompok, karena memenuhi lima karakteristik komunikasi kelompok menurut Roudhonah. Dalam penerapannya, santri menggunakan tiga jenis pola komunikasi: satu arah, dua arah, dan multi arah, yang disesuaikan dengan tahapan kegiatan. Hambatan yang dihadapi santri terbagi menjadi dua, yaitu hambatan personal (misalnya kurang percaya diri) dan hambatan semantik (misinterpretasi makna pesan). Pola komunikasi yang efektif dinilai sangat penting untuk mendukung keberhasilan diskusi dan pemahaman materi dalam forum keagamaan ini.
Copyrights © 2025