Fase dewasa awal merupakan tahap mempersiapkan diri menuju masa depan, sehingga individu kerap dihadapkan pada berbagai tantangan, khususnya mereka yang memilih untuk menjadi mahasiswa karena melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sebagai upaya memperluas peluang untuk mewujudkan keberhasilan. Ketika individu tidak punya keterampilan untuk bertahan dalam melewati hambatan akademik (academic resilience), maka dapat berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan diri. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui gambaran kualitas academic resilience pada mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan early adulthood. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek kajian berupa mahasiswa baru (S1) di Kota Makassar. Hasil kajian memperlihatkan bahwa mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan tahap dewasa muda seperti menghadapi tanggung jawab baru sebagai mahasiswa cenderung memiliki kualitas academic resilience yang belum stabil. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk beradaptasi, tetapi belum sepenuhnya mampu mempertahankan ketekunan, refleksi adaptif, dan pengelolaan emosi secara stabil ketika menghadapi tekanan akademik. Ini menunjukkan bahwa diperlukan peningkatan faktor perlindungan baik dari segi individu maupun institusi.
Copyrights © 2026