Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri asuransi jiwa dalam konteks implementasi SEOJK No. 12/SEOJK.05/2025 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui survei kepada regulator, asosiasi industri, perusahaan asuransi jiwa, serta karyawan dari berbagai level, dan dilengkapi studi dokumentasi atas regulasi dan standar kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri telah memiliki 902 program pelatihan dan 316 program sertifikasi dengan total 1.113 modul, namun distribusinya masih dominan pada level dasar dan menengah. Analisis menunjukkan bahwa topik soft skills, life & investment-linked, serta digital skills menjadi fokus utama pelatihan, sementara sertifikasi lebih banyak berorientasi pada produk investasi dan manajemen risiko. Metode pembelajaran masih didominasi training tatap muka meskipun platform daring terus meningkat. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi tingkat lanjut, perluasan topik digital dan keberlanjutan, serta standardisasi model pembelajaran. Penelitian ini menghasilkan pemetaan ekosistem pelatihan, sertifikasi yang dapat menjadi dasar perumusan model kompetensi SDM berbasis KSA, pengembangan kurikulum pelatihan, serta rekomendasi kebijakan bagi regulator dan industri dalam meningkatkan kualitas SDM asuransi jiwa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025