Akhir-akhir ini fenomena bunuh diri sering terjadi di masyarakat kotemporer. Hal tersebut seolah-olah dijadikan sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah. Mereka melakukannya dengan cara dan latar belakang yang berbeda-beda. Kasus bunuh diri menjadi fakta bahwa persoalan yang dihadapi seseorang cukup kompleks. Kasus bunuh diri yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah kasus bunuh diri yang dilakukan seorang ibu dan dua orang anaknya di Bandung. Penelitian ini bertujuan menjelaskan fenomena bunuh diri seorang ibu dan dua orang anaknya di Bandung melalui pendekatan analisis wacana kritis dan filsafat eksistensial untuk mengetahui penyebab bunuh diri berdasarkan surat bunuh diri yang ditinggalkan. Dengan demikian, pendekatan filsafat dan bahasa membuka ruang pemahaman yang lebih mendalam terhadap penderitaan manusia melalui surat bunuh diri yang tinggalkan. Selain itu, merefleksikan moral tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan kemanusiaan dalam menghadapi krisis eksistensial pada masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2026