Pendidikan di Indonesia dikatakan belum berhasil (untuk tidak mengatakan gagal) dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Di antara indikasinya adalah belum optimalnya pembinaan yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik terutama pada ranah afektif sehingga perlunya optimalisasi peran dan fungsi pendidik di lembaga formal. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan membandingkan pemikiran Al-Mawardi, seorang ulama klasik dengan Zakiah Daradjat seorang psikolog pendidikan modern, tentang konsep sosok ideal seorang pendidik di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini adalah library research (kajian pustaka). Sumber data primer penelitian ini terdiri atas karya-karya al-Mawardi dan Zakiah Daradjat, sedangkan sumber data sekunder mencakup buku-buku dan literatur yang terkait dengan kedua tokoh yang diteliti. Hasil penelitian yaitu Al-Mawardi menekankan pentingnya akhlak mulia, ilmu yang mendalam, dan kewibawaan sebagai karakter utama yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, sejalan dengan perspektif pendidikan Islam yang menekankan moral dan kepemimpinan. Sedangkan Zakiah Daradjat, menekankan aspek psikologis dalam pendidikan, dengan fokus pada hubungan empati, perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik, serta pentingnya pendekatan emosional yang mendukung perkembangan holistik siswa. Meskipun keduanya berasal dari konteks sosial yang berbeda, pemikiran mereka saling melengkapi dalam upaya membentuk sosok pendidik yang ideal
Copyrights © 2025