Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi realitas sosial, termasuk persoalan ketidakadilan gender dalam masyarakat patriarki. Novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha merepresentasikan pengalaman tokoh-tokoh perempuan yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan gender dan perlawanan yang dilakukan tokoh-tokoh Perempuan terhadap ketidakadilan gender tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender serta bentuk resistensi yang dilakukan tokoh perempuan dalam novel Malam Seribu Jahanam karya Intan Paramaditha. Penelitian ini menggunakan teori feminisme sebagai landasan dalam menganalisis. Penelitian ini merupakan penelitian sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan naratif dalam novel Malam Sribu Jahanam karya Intan Paramaditha yang dianalisis melalui teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan meliputi subordinasi, stereotyping atau pelabelan negatif, dan beban kerja ganda. Ketidakadilan tersebut muncul baik di ranah domestik maupun publik sebagai dampak kuatnya budaya patriarki. Selain itu, tokoh-tokoh perempuan juga menunjukkan resistensi terhadap ketidakadilan gender melalui pendidikan, pekerjaan atau karir, serta kebebasan berpendapat dalam menolak pernikahan. Resistensi tersebut merepresentasikan perjuangan perempuan dalam mencapai otonomi, kesetaraan hak, dan kebebasan yang menentukan pilihan hidup.
Copyrights © 2025