Kopi "Igir Alas" yang dikelola oleh MTs Pakis menghadapi tantangan utama berupa rendahnya efisiensi dan inkonsistensi kualitas biji kopi akibat proses pengeringan konvensional yang lama dan rentan terhadap fluktuasi cuaca. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan mengimplementasikan sistem monitoring cerdas berbasis Internet of Things (IoT), didukung oleh perbaikan infrastruktur dry house dan standar K3. Pelatihan yang melibatkan 31 peserta (30 siswa dan 1 pengelola) menunjukkan keberhasilan yang signifikan: peningkatan skor pemahaman peserta dari 30,00 menjadi 82,00, menghasilkan Normalized Gain () sebesar 0,74 (efektivitas tinggi) dan Peningkatan Persentase 173%. Secara operasional, sistem IoT berhasil mempersingkat durasi pengeringan dari 7–8 hari menjadi 4–5 hari, meningkatkan kapasitas hingga 100%, dan menstabilkan kadar air. Keberlanjutan program didukung oleh penghematan jam kerja, kemandirian pemantauan sistem, dan rencana tindak lanjut kritis seperti pengembangan Bank Data Kadar Air dan instalasi flow meter untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi operasional.
Copyrights © 2026